Blogger Widgets

Selasa, 19 November 2013

SEKILAS CERITA DI INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)


OLEH : YAYA SURYADI

Hai sahabat, o ya... Sebelumnya perkenalkan dulu, nama saya Yaya Suryadi, saya mahasiswa di Institut Agama Islam Drussalam (IAID) Ciamis, sekarang baru semester tiga di Fakultas Tarbiyah dengan Program Studi PAI.
Hal pertama yang terlintas di fikiran saya ketika dulu mendengar informasi tentang IAID adalah menjadi seorang guru, karena banyak di antara guru-guru yang saya kenal itu lulusan dari sana. Kebetulan cita-cita saya pun jadi seorang guru, jadi saya rasa tepat sekali kalau saya memilih IAID sebagai tempat saya menimba ilmu.
Singkat cerita setelah saya mendapat informasi yang cukup. Pada bulan Agustus tahun 2012 saya kemudian mendaftarkan diri untuk menjadi mahasiswa IAID. Sesuai dengan cita-cita dan tujuan saya, saya memilih Tarbiyah sebagai Fakultas saya dan PAI sebagai Program Studi saya. saya benar-benar kagum dengan kampus baru saya ini. Betapa tidak, kampusnya yang besar, luas dan masih satu yayasan dengan Pondok Pesantren Darussalam, yang menaungi banyak instansi jenjang pendidikan dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. 
Selang beberapa minggu saya langsung masuk ke tahap awal sebagai mahasiswa baru di IAID ini. Kalau di perguruan tinggi lain disebutnya OSPEK tapi di IAID namanya TAMADA, yang merupakan akronim dari Ta'aruf Mahasiwa Darussalam.
Di TAMADA saya dan rekan calon mahasiswa lain disuguhi materi-materi dan informasi terbaru tentang dunia pendidikan dan perguruan tinggi. Hanya saja yang saya sayangkan adalah minimnya air untuk mandi, tapi itu tak jadi alasan untuk menurunkan semangat kami.
Dua minggu berlalu setelah tamada, kami memulai perkuliahan di semester satu. Karena kampus IAID itu jauh di Ciamis sana, Kami mengikuti kelas jauh di kawali. Alasan saya mengikuti kelas jauh di Kawali, karena jaraknya yang cukup dekat dari tempat tinggal saya dan juga dapat dengan mudah mengondisikan waktu kuliah dengan pekerjaan saya.
Minggu-minggu kami lalui dengan penuh sukacita hingga tidak terasa perkuliahan kami sudah menginjak usia satu tahun atau dua smester.
tepat di akhir semester dua, kampus IAID kawali di kunjungi oleh kepala Program Studi PAI. Benar-benar kami tidak menyangka sebelumnya, ternyata beliau menginformasikan bahawa perkuliahan Semester selanjutnya harus di kampus pusat di Ciamis. Ada sedikit raut kesedihan di wajah kami untuk berpindah ke kampus pusat. Betapa tidak, selain jarak yang jauh mungkin perkuliahan ke kampus pusat akan sedikit menyita waktu. Tapi tak apa, karena ini aturan kami hanya menurt dan berharap kami mendapat dispensasi dari lmbaga.
Perkuliahan semester tiga pun dimulai. Dengan penuh semangat kami mengikuti perkuliahan di kampus Ciamis. Awalnya kami merasa berat, namun lama-kelamaan terniasa juga. hingga kini perkuliahan masih tetap berjalan, dan sekarang sudah hampis menginjak titik akhir semestr tiga, mudah-mudahan kami dapat menyelesaikan studi kami di IAID ini... Aamiin.....

2 komentar: